Pertolongan
Pertama untuk Shiro
Naura memiliki anjing pom mungil
berwarna putih. Nama anjingnya Shiro. Anjing yang selalu terlihat lincah,
senang bercanda, dan bermain. Kebiasaan lucunya selalu mengangkat kedua kaki
depannya dan seolah menyapa. Selalu asyik bermain bola hingga bola menjadi
kempis karena gigi taringnya.
Sangat senang jika digendong dan
dipeluk. Mungkin memang benar bahwa anjing adalah hewan yang paling setia
kepada tuannya. Memiliki kelucuan dan keunikan yang bisa membuat suasana hangat
dalam keluarga Naura.
Setiap hari Shiro makan sebanyak tiga
hari sesuai yang diberikan oleh Naura maupun ibunya. Terkadang diberi dog food maupun nasi lauk. Lauk yang
paling disukai adalah hati ayam, sosis, dan bakso beserta mie. Hanya beberapa
sayuran yang dia suka. Namun rata-rata tidak begitu menyukai sayuran.
Setiap pagi selalu mengetuk pintu dapur untuk meminta jatah makanan.
Jika melihat cicak atau toket berklebat di depatnya, selalu saja menggonggong.
Keingintahuannya terhadap sesuatu sangat besar. Bahkan ketakutannya juga besar.
Pagi itu Shiro mengetuk pintu dapur
untuk meminta jatah makanan. Dengan segera Naura membawa makanan dan minuman untuk Shiro. Setelah makan, Shiro
tiba-tiba muntah. Semua makanan yang sudah masuk ke dalam perutnya dimuntahkan
semua. Saat kucoba membantunya untuk bangun, Shiro tetap tidak kuat.
“Shiro, bangun… Jangan mati,” seru Naura.
“Mama…Mama…Shiro sakit, Ma.” Naura
terus berteriak agar mamanya mendengar.
Mamanya bergegas keluar dan mendapati
Shiro sudah tak berdaya, dengan lidah menjulur berwarna putih pucat, mata
tampak sayu, dan terlihat begitu lemas.
“Ma, gimana ini?”
“Sebentar, Mama ke tempat Mbak Ida
dulu. Siapa tahu Mbak Ida punya air kelapa untuk netralisir racun.” Mbak Ida
biasanya menjual es kelapa muda.
Mama lari ke tempat Mbak Ida. Naura
terus menangisi Shiro yang semakin lemas tak berdaya. Naura menangis sejadi-jadinya.
Bingung harus bagaimana dengan hewan kesayangannya yang sedang sakit.
Terlihat Mama tergopoh-gopoh berlari
ke arahku.
“Gimana, Ma. Ada tidak air kelapanya.
Mbak Ida hari ini jual nggak, Ma?”
“Mbak Ida hari ini nggak jual es
kelapa, Nau. Mama coba pertolongan pertama menggunakan minyak goreng murni yang
belum digunakan untuk menggoreng. Semoga Shiro mau meminumnya. Kalau mau, ini
juga memiliki khasiat sama dengan air kelapa.”
Naura dan mamanya segera meminumkan
minyak goreng. Naura membuka mulut Shiro dan mamanya meminumkannya. Dan
bersyukurnya Shiro mau meminum minyak goreng itu 4sendok makan.
Setelah meminumnya, lidah Shiro yang
semula putih, terlihat semakin memerah. Shiro juga tampak mulai pelan-pelan
berdiri. Naura tampak kegirangan melihat Shiro mulai membaik.
“Naura, mulai besok lagi, kalau Shiro
sakit, bisa jadi keracunan atau dia masuk angin, pertolongan pertama diminumi
minyak goreng saja. Dan usahakan jangan terlalu panik, agar Shiro juga tidak
takut. Tadi kamu lihat ekspresi Shiro saat kamu terus menerus menangisinya kan?
Dia juga takut, Nau lihat kamu panik memikirkannya,” Mamanya terkekeh saat
menjelaskan kepada Naura.
“Iya, Ma. Tapi Naura benar-benar
panik, Ma. Naura nggak siap kehilangan Shiro. Dia yang selalu Naura ajak main,
dia yang selalu menghibur Naura.”
“Iya, Mama juga ngerti kok, Nau.”
Setelah semakin kuat, Shiro berjalan
perlahan-lahan. Namun kembali ke pangkuan Naura. Shiro tampak begitu manja dan
tidak ingin orang yang ada di rumah itu meninggalkannya. Mungkin Shiro trauma
jika kejadian semula terulang lagi.
Kejadian ini mengingatkan kepada kita
untuk tidak panik saat sesuatu terjadi pada hewan kesayangan kita. Kita harus
cepat bertindak dan mencari pertolongan pertama sebelum hewan peliharaan, kita
bawa ke klinik. Beri kenyamanan pada hewan peliharaan agar dia tidak menjadi takut.
Mohon teman-teman yang membaca cerita ini beri kritik dan sarannya ya. Terima kasih..
ReplyDelete