Wednesday, June 3, 2020


Diingatkan oleh Paper

          Paper adalah anjing pom mix berwarna putih kecokelatan. Diberi nama Paper karena sejak kecil suka mainan kertas, bahkan memakannya. Tingkah lakunya yang unik, lucu, membuat orang yang melihatnya ikut gemas dan ingin memeluknya.
          Paper dipelihara oleh satu keluarga yang sangat menyayanginya. Perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh pasangan Rania dan Lucas kepada Paper, membuatnya merasa nyaman. Suatu ketika Rania dan Lucas seharian bekerja di kantor. Paper sudah disediakan makanan agar dia tidak kelaparan, saat Rania dan Lucas harus pulang kerja sampai sore. Begitu sampai di rumah, Rania melihat makanan yang diberikannya pagi hari tidak disentuh sama sekali. Namun setelah Rania pulang, dia mulai memakannya.
          Bahkan tetangga juga sering mengatakan kalau Paper di rumah, tanpa ada Rania dan Lucas, dia cenderung diam tanpa suara. Namun setelah Rania sampai di rumah, barulah Paper mau menggonggong. Satu yang bisa disimpulkan oleh Rania, bahwa Paper lebih percaya diri jika tuannya ada di rumah. Saat Rania dan Lucas tidak di rumah, dia merasa takut dan kurang percaya diri.
          Suatu ketika saat WFH, Lucas libur, sedangkan Rania masuk kerja. Maka Lucas mengantar Rania ke tempat kerjanya dan sampai di rumah  pukul 16.30. Seperti biasa, Paper tidak memakan makanan yang disediakan, padahal Paper baru tidak enak badan. Rania pun segera menemani Paper agar dia mau memakannya.
          Setelah selesai makan, Paper segera dimandikan oleh Rania. Paper mandi dengan air hangat. Seusai mandi, Paper bermain di dalam rumah. Lucas tampak beberes baju kotor untuk segera dicuci menggunakan mesin cuci.
          “Mas, kalau mau nyuci baju, sekalian baju yang ada di kamar. Di dalam kerajang tempat baju kotor juga sudah banyak,” ujar Rania kepada Lucas.
          “Oke, Dek. Nanti sekalian dicuci saja mumpung baru mood nyuci.”
          Segera Lucas memasukkan baju kotor ke dalam mesin cuci dan ditinggal masuk ke dalam kamar. Begitu pun Rania yang telah lelah bekerja, juga masuk ke dalam kamar. Tiba-tiba Paper mengonggong berulang kali, biasaya Paper menggonggong setiap kali melihat cicak, tokek, atau kucing yang tiba-tiba lewat. Namun kali ini berbeda. Paper menggonggong berulang kali. Rania segera keluar untuk melihat apa yang terjadi. Begitu kagetnya dia saat membuka pintu kamar, ada air menggenang.
          “Mas…ini ada air. Banjir…banjir….”teriakan Rania mengagetkan Lucas yang sedang tiduran.
          Rania segera mengangkat Paper yang tampak kebingungan dan takut. Didekapnya Paper dalam pelukannya. Degup jantung Paper berdetak begitu cepat. Rania terus memeluk dan menenangkannya. Setelah Paper mulai tenang, Paper dikeringkan dengan handuk dan dibawa ke ruang samping yang kering, supaya tidak kedinginan.
          “Mas, ini kok bisa banjir kayak gini ya?”
          “Sebentar, Mas cek dulu.”
Lucas segera mengecek mesin cuci. Dan ternyata pembuangan air, tidak masuk dalam lubang kamar mandi, namun berada di lantai. Rupanya Lucas lupa meletakkan selang pembuangan pada lubang kamar mandi.
“Ya, ampun, Mas. Kok tadi bisa kelupaan?Akhirnya banjir, kan. Gordyn basah, ruang tamu hingga teras rumah semua basah. Sudah capek, malah ada kerjaan harus ngepel,” ujar Rania sedikit menggerutu.
“Ya, sudah. Mas minta maaf. Sekarang nggak usah bahas kesalahan, semua sudah terjadi. Sekarang cari solusi. Bagaimana agar air segera surut. Kita bersihkan dulu, yuk!”
Lucas mengajak Rania untuk membersihkan lantai yang penuh genangan air dengan beberapa handuk tebal agar air segera berkurang.
“Hari ini kita diingatkan sama Paper, Mas. Coba tadi kalau Paper tidak juga menggonggong, kita pasti tidak tahu dan kemungkinan besar akan banyak alat elektronik yang korslet karena air. Sayangnya kita tidak segera keluar, saat Paper gonggong dari awal.”
“Iya, kita bersyukur Paper ingatkan kita. Maaf ya, karena kecerobohan Mas, akhirnya kamu tambah capek, harus ngepel.”
“Iya, nggak apa-apa Mas.”
Terkadang hewan peliharaan mengingatkan kita, dengan tingkah lakunya yang sebenarnya menunjukkan rasa takutnya. Kita harus belajar melakukan pekerjaan apapun degan teliti sebelum bertindak. Jangan sampai karena kecerobohan kita, membuat kita mengulang pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dengan cepat, menjadi lambat.


Pertolongan Pertama untuk Shiro

          Naura memiliki anjing pom mungil berwarna putih. Nama anjingnya Shiro. Anjing yang selalu terlihat lincah, senang bercanda, dan bermain. Kebiasaan lucunya selalu mengangkat kedua kaki depannya dan seolah menyapa. Selalu asyik bermain bola hingga bola menjadi kempis karena gigi taringnya.
          Sangat senang jika digendong dan dipeluk. Mungkin memang benar bahwa anjing adalah hewan yang paling setia kepada tuannya. Memiliki kelucuan dan keunikan yang bisa membuat suasana hangat dalam keluarga Naura.
          Setiap hari Shiro makan sebanyak tiga hari sesuai yang diberikan oleh Naura maupun ibunya. Terkadang diberi dog food maupun nasi lauk. Lauk yang paling disukai adalah hati ayam, sosis, dan bakso beserta mie. Hanya beberapa sayuran yang dia suka. Namun rata-rata tidak begitu menyukai sayuran.
Setiap pagi selalu mengetuk pintu dapur untuk meminta jatah makanan. Jika melihat cicak atau toket berklebat di depatnya, selalu saja menggonggong. Keingintahuannya terhadap sesuatu sangat besar. Bahkan ketakutannya juga besar.
          Pagi itu Shiro mengetuk pintu dapur untuk meminta jatah makanan. Dengan segera Naura membawa makanan  dan minuman untuk Shiro. Setelah makan, Shiro tiba-tiba muntah. Semua makanan yang sudah masuk ke dalam perutnya dimuntahkan semua. Saat kucoba membantunya untuk bangun, Shiro tetap tidak kuat.
          “Shiro, bangun… Jangan mati,” seru Naura.
          “Mama…Mama…Shiro sakit, Ma.” Naura terus berteriak agar mamanya mendengar.
          Mamanya bergegas keluar dan mendapati Shiro sudah tak berdaya, dengan lidah menjulur berwarna putih pucat, mata tampak sayu, dan terlihat begitu lemas.
          “Ma, gimana ini?”
          “Sebentar, Mama ke tempat Mbak Ida dulu. Siapa tahu Mbak Ida punya air kelapa untuk netralisir racun.” Mbak Ida biasanya menjual es kelapa muda.
          Mama lari ke tempat Mbak Ida. Naura terus menangisi Shiro yang semakin lemas tak berdaya. Naura menangis sejadi-jadinya. Bingung harus bagaimana dengan hewan kesayangannya yang sedang sakit.
          Terlihat Mama tergopoh-gopoh berlari ke arahku.
          “Gimana, Ma. Ada tidak air kelapanya. Mbak Ida hari ini jual nggak, Ma?”
          “Mbak Ida hari ini nggak jual es kelapa, Nau. Mama coba pertolongan pertama menggunakan minyak goreng murni yang belum digunakan untuk menggoreng. Semoga Shiro mau meminumnya. Kalau mau, ini juga memiliki khasiat sama dengan air kelapa.”
          Naura dan mamanya segera meminumkan minyak goreng. Naura membuka mulut Shiro dan mamanya meminumkannya. Dan bersyukurnya Shiro mau meminum minyak goreng itu 4sendok makan.
          Setelah meminumnya, lidah Shiro yang semula putih, terlihat semakin memerah. Shiro juga tampak mulai pelan-pelan berdiri. Naura tampak kegirangan melihat Shiro mulai membaik.
          “Naura, mulai besok lagi, kalau Shiro sakit, bisa jadi keracunan atau dia masuk angin, pertolongan pertama diminumi minyak goreng saja. Dan usahakan jangan terlalu panik, agar Shiro juga tidak takut. Tadi kamu lihat ekspresi Shiro saat kamu terus menerus menangisinya kan? Dia juga takut, Nau lihat kamu panik memikirkannya,” Mamanya terkekeh saat menjelaskan kepada Naura.
          “Iya, Ma. Tapi Naura benar-benar panik, Ma. Naura nggak siap kehilangan Shiro. Dia yang selalu Naura ajak main, dia yang selalu menghibur Naura.”
          “Iya, Mama juga ngerti kok, Nau.”
          Setelah semakin kuat, Shiro berjalan perlahan-lahan. Namun kembali ke pangkuan Naura. Shiro tampak begitu manja dan tidak ingin orang yang ada di rumah itu meninggalkannya. Mungkin Shiro trauma jika kejadian semula terulang lagi.
          Kejadian ini mengingatkan kepada kita untuk tidak panik saat sesuatu terjadi pada hewan kesayangan kita. Kita harus cepat bertindak dan mencari pertolongan pertama sebelum hewan peliharaan, kita bawa ke klinik. Beri kenyamanan pada hewan peliharaan agar dia tidak menjadi takut.