Diingatkan
oleh Paper
Paper adalah anjing pom mix berwarna putih kecokelatan. Diberi
nama Paper karena sejak kecil suka mainan kertas, bahkan memakannya. Tingkah
lakunya yang unik, lucu, membuat orang yang melihatnya ikut gemas dan ingin
memeluknya.
Paper dipelihara oleh satu keluarga
yang sangat menyayanginya. Perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh
pasangan Rania dan Lucas kepada Paper, membuatnya merasa nyaman. Suatu ketika Rania
dan Lucas seharian bekerja di kantor. Paper sudah disediakan makanan agar dia
tidak kelaparan, saat Rania dan Lucas harus pulang kerja sampai sore. Begitu
sampai di rumah, Rania melihat makanan yang diberikannya pagi hari tidak
disentuh sama sekali. Namun setelah Rania pulang, dia mulai memakannya.
Bahkan tetangga juga sering mengatakan
kalau Paper di rumah, tanpa ada Rania dan Lucas, dia cenderung diam tanpa
suara. Namun setelah Rania sampai di rumah, barulah Paper mau menggonggong.
Satu yang bisa disimpulkan oleh Rania, bahwa Paper lebih percaya diri jika
tuannya ada di rumah. Saat Rania dan Lucas tidak di rumah, dia merasa takut dan
kurang percaya diri.
Suatu ketika saat WFH, Lucas libur, sedangkan Rania masuk kerja. Maka Lucas mengantar
Rania ke tempat kerjanya dan sampai di rumah pukul 16.30. Seperti biasa, Paper tidak
memakan makanan yang disediakan, padahal Paper baru tidak enak badan. Rania pun
segera menemani Paper agar dia mau memakannya.
Setelah selesai makan, Paper segera
dimandikan oleh Rania. Paper mandi dengan air hangat. Seusai mandi, Paper
bermain di dalam rumah. Lucas tampak beberes baju kotor untuk segera dicuci
menggunakan mesin cuci.
“Mas, kalau mau nyuci baju, sekalian
baju yang ada di kamar. Di dalam kerajang tempat baju kotor juga sudah banyak,”
ujar Rania kepada Lucas.
“Oke, Dek. Nanti sekalian dicuci saja
mumpung baru mood nyuci.”
Segera Lucas memasukkan baju kotor ke
dalam mesin cuci dan ditinggal masuk ke dalam kamar. Begitu pun Rania yang
telah lelah bekerja, juga masuk ke dalam kamar. Tiba-tiba Paper mengonggong
berulang kali, biasaya Paper menggonggong setiap kali melihat cicak, tokek,
atau kucing yang tiba-tiba lewat. Namun kali ini berbeda. Paper menggonggong
berulang kali. Rania segera keluar untuk melihat apa yang terjadi. Begitu
kagetnya dia saat membuka pintu kamar, ada air menggenang.
“Mas…ini ada air.
Banjir…banjir….”teriakan Rania mengagetkan Lucas yang sedang tiduran.
Rania segera mengangkat Paper yang
tampak kebingungan dan takut. Didekapnya Paper dalam pelukannya. Degup jantung
Paper berdetak begitu cepat. Rania terus memeluk dan menenangkannya. Setelah
Paper mulai tenang, Paper dikeringkan dengan handuk dan dibawa ke ruang samping
yang kering, supaya tidak kedinginan.
“Mas, ini kok bisa banjir kayak gini
ya?”
“Sebentar, Mas cek dulu.”
Lucas segera mengecek mesin cuci. Dan ternyata pembuangan air, tidak
masuk dalam lubang kamar mandi, namun berada di lantai. Rupanya Lucas lupa
meletakkan selang pembuangan pada lubang kamar mandi.
“Ya, ampun, Mas. Kok tadi bisa kelupaan?Akhirnya banjir, kan. Gordyn basah, ruang tamu hingga teras
rumah semua basah. Sudah capek, malah ada kerjaan harus ngepel,” ujar Rania sedikit
menggerutu.
“Ya, sudah. Mas minta maaf. Sekarang nggak usah bahas kesalahan, semua
sudah terjadi. Sekarang cari solusi. Bagaimana agar air segera surut. Kita
bersihkan dulu, yuk!”
Lucas mengajak Rania untuk membersihkan lantai yang penuh genangan air
dengan beberapa handuk tebal agar air segera berkurang.
“Hari ini kita diingatkan sama Paper, Mas. Coba tadi kalau Paper tidak
juga menggonggong, kita pasti tidak tahu dan kemungkinan besar akan banyak alat
elektronik yang korslet karena air. Sayangnya kita tidak segera keluar, saat
Paper gonggong dari awal.”
“Iya, kita bersyukur Paper ingatkan kita. Maaf ya, karena kecerobohan
Mas, akhirnya kamu tambah capek, harus ngepel.”
“Iya, nggak apa-apa Mas.”
Terkadang hewan peliharaan mengingatkan kita, dengan tingkah lakunya
yang sebenarnya menunjukkan rasa takutnya. Kita harus belajar melakukan
pekerjaan apapun degan teliti sebelum bertindak. Jangan sampai karena
kecerobohan kita, membuat kita mengulang pekerjaan yang seharusnya bisa selesai
dengan cepat, menjadi lambat.